Resolusi 2021 : Mencatat Mutasi Keuangan Rumah Tangga

Mengatur keuangan menjadi salah sartu resolusi utama di tahun ini. Karena sebelumnya, selama menikah kurang lebih 3 tahun, saya belum pernah mencatat mengenai keuangan ini secara detail.

Saya sudah tulis di planner saya, beberapa hal yang perlu dicatat, diantaranya :

  1. Membuat rincian pemasukan dan pengeluaran
  2. Tulis detail semua pengeluaran
  3. Membuat daftar barang-barang yang ingin dibeli beserta estimasi harganya
  4. Membuat daftar tentang kapan dan estimasi biaya jalan-jalan, shopping, juga alokasi dana untuk sedekah.
  5. Tulis dan rencanakan kebutuhan-kebutuhan primer, sekunder dan tersier lainnya.

Saya menyadari, sebagai orang yang dulu menganggap uang itu adalah barang penting nggak penting, membuat daftar rencana pengeluaran itu adalah sesuatu yang dapat membuat saya merasa memiliki tujuan untuk diraih.

Kebutuhan semakin kesini semakin banyak terutama setelah menikah dan memiliki anak, yang cukup membuat kepala pening ketika hidup terlalu dibawa santai, tanpa ada barang atau sesuatu yang dijadikan ‘goals’, baik jangka pendek maupun panjang.

Lalu saya menyadari jika terlalu terlena dengan hidup santai, kita tidak tahu kehidupan akan memberikan kita pengalaman seperti apa. Selain itu, saya juga merasa jika satu demi satu goals itu tercapai meski dengan sangat ketat menyisihkan uang jajan, yang akan dirasakan nantinya adalah kepuasan.

Maka sayapun sudah memiliki gambaran dan mencatat hal apa saja yang akan saya beli untuk beberapa waktu ke depan. Jika kita tidak bisa menyisihkan sedikit dari uang pegangan kita, lalu kapan barang atau hal itu bisa kita miliki atau raih?

Contohnya saja artis Prilly Latuconsina, yang dalam usia mudanya sudah bia membangun dan memiliki rumah empat lantai yang mirip hotel, dan sudah pasti berharga em-em an.

Pencapaian itu tidak dengan mudah dia dapatkan, salah satu cara dia memaksa dirinya untuk meraih tujuannya itu adalah dia rela tidak jalan-jalan ke luar negeri untuk berlibur besama keluarga karena lebih memilih budget jalan-jalan itu dialihkan untuk membangun rumah mewahnya itu.

Padahal jika dipikir, dia adalah seorang artis yang mungkin ada gengsi tersendiri jika dia bisa berfoto-foto selfie di luar negeri, tapi nyatanya dia tidak memilih itu.

Ya, kita harus memaksa diri kita untuk ketat menyisihkan uang untuk ditabung atau dibelikan barang yang sudah ada di daftar goals kita.

Belum lagi soal jalan-jalan itu sendiri, kalau ini tidak direncanakan dengan baik, bisa jadi nanti kalap misal untuk berbelanja di tempat tujuan wisata.

Meski di atas saya mencontohkan Prilly yang tidak memilih jalan-jalan sekeluarga ke luar negeri, ada beberapa kalangan yang menjadikan jalan-jalan sebagai tujuan utamanya dalam mencari uang, supaya bisa menikmati hidup dan hasil kerja kerasnya.

Yang mereka lakukan adalah membuat slot budget sendiri untuk kebutuhan traveling mereka, mulai dari transportasi, tempat menginap, pilihan makanan selama berlibur, wisata apa saja yang akan dikunjungi, sampai biaya untuk membeli oleh-oleh.

Mereka merancang semua itu jauh-jauh hari supaya punya tujuan, dan membuat mereka akhirnya bekerja lebih keras lagi supaya bisa menikmati liburan yang diinginkan.

Terlebih pada saat sekarang ini dengan kondisi wabah di hampir seluruh penjuru dunia, kelamaan berada di rumah membuat gerah dan greget ingin segera pergi jalan-jalan menghempakan kebosanan dan kepenatan selama berada di rumah saja.

Anyway, semua adalah tentang prioritas, memilah mana yang sangat dibutuhkan, mana yang bisa dipending, mana yang bisa dihilangkan atau diganti dengan hal atau tujuan lain, dan lain sebagainya.

Semua prioritas dari yang tidak terlalu penting sampai yang utama itu memang memerlukan uang, maka kita harus set the goals supaya uang itu tidak “kok udah abis aja sih padahal kayaknya aku gak beli apa-apa, gak ada barang atau hal yang keliatan dari ngabisin uang itu.”

Namun, satu quote yang disarikan dari Cak Nun saya rasa cukup bijak untuk menutup tulisan ini :

Jangan menyibukkan hati, fikiran, darah, emosi, batin, jiwanya, sholatnya, hajinya untuk mencari uang. Karena derajatnya uang itu yang mencari anda. Anda derajatnya adalah dicari oleh dunia.

Tags: No tags
0

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *