Harapan Baru Menuju Takdir Allah Lainnya

Harapan Baru Menuju Takdir Allah yang Lain

Tahun lalu, mungkin banyak kegelisahan, kekecewaan, perilaku buruk, kesusahan dan hal negatif lainnya. Semua dirasa begitu menyesakkan, dan bahkan mungkin membuat hampir menyerah. Terlebih dengan adanya wabah virus corona yang berdampak pada hampir semua bidang kehidupan kita.

Bagi yang memutuskan untuk bertahan, berjuang dan tidak menyerah, ucapan terimakasih layak didapatkan karena sudah berusaha meluaskan hati dan pikiran, sudah lebih dalam untuk bersabar dan bekerja keras menguatkan hati dan sikap untuk hanya sekedar bisa tetap menjalaninya tanpa mengharap lebih.

Namun jika keputusan yang diambil adalah sebaliknya, pasti akan ada kebaikan di dalamnya. Sebuah keputusan tersebut menjadi takdir bagi diri kita yang harus kita hadapi dan jalani.

Lagi-lagi, kehidupan ini selalu tentang dua sisi mata uang yang sebenarnya jika dilihat lebih dalam, memiliki banyak kejutan apabila kita menerimanya dengan kesadaran penuh, bahwa kita ini ciptaan yang sudah memiliki skenarionya masing-masing.

Namun, skenario tersebut dirancang untuk diimprovisasi. Dan untuk improvisasi tersebut, dibutuhkan keyakinan dan harapan untuk berubah menjadi lebih baik.

Takdir tersebut dapat diubah. Mengutip quote dari Umar bin Khattab :

“Lari dari satu takdir Allah menuju takdir Allah yang lain”

Kalimat dari Sahabat terdekat Rasul tersebut terasa begitu melegakan, karena memberikan kekuatan unuk tetap mengharapkan rahmat Allah berupa perubahan dari satu takdir yang dirasa tidak begitu cocok dengan kondisi kita menuju takdir lain yang lebih baik.

Meskipun memang benar bahwa ada takdir yang bisa diubah, dan ada pula yang tidak bisa diubah. Takdir yang tidak bisa diubah itu diluar jangkauan kita, tidak bisa kita kontrol seperti kenyataan bahwa kita lahir dari ibu bapak siapa.

Sedangkan takdir yang bisa diubah, adalah yang kita sendiri dianugerahi kemampuan untuk kasb atau berikhtiar, seperti ketika keadaan tidak memiliki uang, kita bisa bekerja lebih giat dengan harapan mendapatkan uang sebagai rewardnya.

Ada satu doa yang sedang saya suka akhir-akhir ini. Doa tersebut selaras dengan semangat untuk menerima dan mengubah skenario dari takdir hidup tersebut.

Doa tersebut dari ulama besar dengan julukan Faqih Muqaddam, Sayyidina Muhammad bin Ali Ba’alawy, yang saya dapatkan ketika di pondok. Ghirah dari doa tersebut sangat terasa akhir-akhir ini.

Wahai ALLAH, Pindahkanlah kami dan orang-orang Muslim dari kedukaan kepada kebahagiaan, dari neraka kepada syurga, dari azab kepada rahmat, dari dosa kepada ampunan, dari berbuat keburukan kepada berbuat kebajikan, dari rasa takut kepada rasa aman, dari faqir kepada kaya, dari kehinaan kepada kemuliaan, dari kesempitan kepada kelapangan.

Dari kejahatan kepada kebaikan, dari kesulitan kepada kemudahan, dari berpaling kepada menghadap bersungguh-sungguh, dari penyakit kepada kesihatan, dari kemurkaan kepada keridhaan, dari kelalaian kepada ibadah, dari keengganan kepada kesungguhan, dari terhalang kepada tertolong, dari bid`ah kepada sunnah, dari ketidakadilan kepada keadilan…

Wahai Allah, tolonglah kami atas agama kami dengan dunia, dan pada dunia kami dengan ketaqwaan, dan pada ketaqwaan kami dengan amal, dan pada amal kami dengan pertolongan, dan pada semuanya itu dengan kelembutanMu yang mendatangkan KeridhaanMu, yang menghantarkan ke syurgaMu, yang disertai dengan memandang DzatMu yang Mulia…

Wahai Allah, wahai Allah, wahai Allah, wahai Tuhanku, wahai Tuhanku, wahai Tuhanku, wahai Penolongku, wahai Penolongku, wahai Penolongku. Wahai Dzat yang Paling Mulia di antara yang mulia, wahai yang Maha Pengasih lagi Maha Penyayang, wahai yang Maha Memiliki Keagungan dan Kemuliaan. Wahai yang Maha Memiliki segala Pemberian yang Agung…

Aku memohon Ampun kepada Allah yang Maha Agung, yang tiada Tuhan Selain Dia,
yang Maha Hidup dan Maha Berdiri Sendiri, dan aku bertaubat kepadaNya…

Wahai Allah, aku memohon taufiq kepadaMu untuk dapat melakukan perbuatan-perbuatan yang Engkau cintai, tawakkal yang benar terhadapMU dan baik sangkaku kepadaMU dan tidak bergantung kepada selainMu…

Tuhanku, wahai Dzat yang Maha Lembut, wahai Dzat yang Maha Pemberi rezki, yang Maha Pengasih, yang Maha Kuat, yang Maha Kukuh, aku memohon kepadaMU penghambaan semata kepadaMU, tenggelam dalam `ibadahMU, Kelembutan yang sempurna dari SisiMU dan rezki yang luas, yang menyenangkan dan sejahtera, umur yang panjang dan amal perbuatan yang shalih dengan penuh keimanan dan keyakinan, senantiasa berpegang dengan kebenaran dan agama, keagungan dan kemuliaan yang tiada batas dan tiada akhir, yang tidak dinodai oleh kesombongan, tidak pula keangkuhan dan tidak pula kerusakan. Sesungguhnya Engkau Maha Mendengar lagi Maha Dekat.

Doa tersebut memberikan harapan dan keyakinan bahwa Allah bisa diminta untuk mengubah skenario  berupa takdir bagi hidup masing-masing kita. Dan memberitahukan bahwa ketika kita ada pada posisi sulit, bukan berarti selamanya akan sulit.

Setelah kesulitan pasti ada kemudahan, yang artinya setelah kekecewaan akan ada kepuasan, setelah kegagalan akan ada harapan baru untuk menyambut kehidupan yang lebih baik.

Semoga semngat untuk menerima maupun mengubah takdir menjadi lebih baik tetap terus terjaga terutama dalam memasuki tahun yang baru ini. Semoga pencapaian kita baik dalam hal ibadah, karir, pendidikan, rumah tangga, pengasuhan anak dan lain sebagainya semakin membuat kita feel content, merasa penuh dan bermakna kedepannya. Amin..

2 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *