Gratitude List_ 101 Things to Be Grateful For - CAJ Spirituality

Gratitude List of 2019

Alhamdulillah, satu tahun telah terlewati dengan happy ending. Tentu dengan segala dinamika di tengah jalannya. Ndakpapa, hidup yang baik adalah hidup yang mampu menghandle segala situasi dan diakhiri dengan rasa kebersyukuran yang banyak. Karena mengalami naik turun kehidupan, kebahagiaan dan kesedihan, pelik, mumet, sumringah adalah sebuah anugrah yang menandakan kalau kita ini manusia. Jadi itu sebagai reminder untuk kita untuk meneruskan perjuangan, mengencangkan gandengan tangan, dan melangkah beriringan, bersama menggapai resolusi baru di tahun baru.

Sebagai bentuk reminder akan rasa syukur untuk tahun 2019 ini, dan juga untuk pengingat di tahun-tahun berikutnya, saya membuat daftar hal-hal yang patut disyukuri yang terjadi selama tahun ini.

  1. Merawat dan membersamai Adib yang secara penuh saya sadari masih banyak kekurangannya. selama setahun ini, Adib mengalami banyak sekali perkembangan, hingga di penghujung akhir tahun ini Adib sudah bisa jalan dan sudah bisa bermain ‘sulap’. Tentunya sulap yang susulapan yaaa, seperti pura-pura menghilangkan barang lengkap dengan ekspresi kagetnya ketika dia menyembunyikan barangnya dan ekspresi sumringahnya ketika dia keluarkan barang tersebut. Sudah dua hari ini Adib ada jam mengaji, baru An Nas dan Al Falaq. Saya bacakan minimal sepuluh kali di hadapan dia meski dia fokusnya ke banyak hal lain.
  2. Full time jadi ibu rumahan yang mana itu adalah salah satu impian saya, meski ketika dijalani masih aja suka mengeluh karena pekerjaan domestic yang tidak ada habisnya.
  3. Support dan apresiasi dari suami selama setahun ini yang sungguh luar biasa membantu danΒ  melengkapi apa yang menjadi kekurangan saya, baik dari segi kepribadian saya, pembagian tugas domestic maupun non domestic, dan hal-hal sederhana yang membuat saya merasa dihargai meski terkadang tak bisa diungkapkan hehehe
  4. Support dan bantuan dari keluarga besar saya maupun suami yang sangat sangat membantu dan mendorong keberlangsungan hidup merantau ini, memahami bahwa masa-masa ini adalah masa adaptasi kami –saya, dalam menjalani kehidupan berumahtangga maupun motherhood/parenthood.
  5. Momet kebersamaan keluarga dan travelling meski jalan-jalannya selalu mudik ke rumah suami di Cirebon selamaΒ  3 kali dalam setahun, yaitu ketika lebaran, ketika kakak ipar pulang haji di bulan Oktober, dan ketika sahabat menikah di bulan November. Juga momen ketika dijenguk di Jogja oleh kakak-kakak dan adek ipar, serta ponakan-ponakan. Juga oleh Adik-adik kandung saya, Hadi ke jogja sepulang dari nikahan temannya di Pekalongan. Irfan ke jogja untuk liburannya dari Mesir. Rahmah ke Jogja untuk liburan semesternya di kampus UNIDA. Oh ya, orangtua saya pun menjenguk saya setelah lebaran.
  6. Kumpul keluarga satu Bani yang mukim di Jogja. Alhamdulillah ternyata ada 10 keluarga yang menetap di Jogja, mengagendakan arisan keluarga tiap dua bulan sekali. Dari pertemuan itu, Alhamdulillah krucil-krucil cucu dan cicit jadi pada kenal sama amih apih uyut dan amih apih muda lainnyaa..
  7. Kebahagiaan-kebahagiaan kecil dan sederhana seperti diajak suami ke Superindo, beli bubur kacang hijau khas madura, dibelikan bakso bakar, cilok gajahan dan donat kentang, diajak belanja sayuran ke Krapyak, muter-muter jalan Prawirotaman dan Tirtodipuran sore-sore, diajak ngopi, dan sama-sama menghargai hobi masing-masing.
  8. Mulai melakukan assessment psikologi lagi setelah 2 tahun vakum. Terimakasih banyak untuk suami sudah kasih izin, plus rela ditinggal 5 jam dan jagain Adib. You are really a family man.
  9. Anugerah kesehatan diri dan keluarga. Alhamdulillah selama setahun kemarin saya tidak mengalami sakit parah, paling banter hanya gregesi -gejala menuju demam, syukurnya tidak sampai demamnya. Suami dan anak juga begitu, Adib hanya kena biang keringat dan kulitnya ada yang terkelupas sebab infeksi.

Masih banyak hal lain yang menjadi sumber kebersyukuran, tapi daftar di atas adalah gambaran umumnya. Semoga tahun 2020 semakin menjadi pribadi yang bersyukur, yang mampu melihat makna dibalik hal kecil sekalipun, karena harapannya tidak lain tidak bukan supaya nikmatnya ditambah. Allah menjanjikan bagi siapapun yang bersyukur, Dia pasti akan memberikan nikmat lebih. Amin, semoga..

Selamat tinggal 2019! Terimakasih untuk segalanya..

6 Responses

Add a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *